03 November 2006

INTO THE WILD (Part 6 - Chartage *bersambung*)


3. CHARTAGE

Aku ingin pergerakan dinamis, bukan kehidupan yang tenang. Aku mendambakan kegairahan, bahaya, dan kesempatan untuk mengorbankan diri bagi orang yang kucintai. Aku merasakan di dalam diriku tumpukan energi sangat besar yang tidak menemukan penyaluran di dalam kehidupan kita yang tenang.

Leo Tolstoy, “Family Happiness”

Kutipan yang ditandai dan ditemukan di salah satu buku dekat jenazah Chris McCandless

Tidak diragukan lagi…. Bahwa menjadi pengembara selalu membuat kita takjub. Di dalam pikiran kita hal itu kita kaitkan dengan kebebasan dari sejarah, dari tekanan, dari hukum, dan dari kewajiban-kewajiban yang menjemukan, sebuah kebebasan mutlak, dan jalan itu selalu menuju ke barat.

Wallace Stegner, The American West As Living Space

Carthage, Dakota Selatan, berpenduduk 274 jiwa, adalah kota setengah tidur, terdiri dari sekelompok kecil rumah papan, kebun-kebun ditata rapi, dan took-toko sederhana berdinding batu bata lapuk di pinggir jalan. Sepertinya, di tengah wilayah utara ini semua dibangun tanpa perencanaan yang pasti. Deretan pohon kapas yang tampak anggun menaungi deretan jalan yang sangat jarang dilalui oleh kendaraan bermotor. Ada satu toko kelontong di kota itu, sebuah bank, sebuah pompa bensin, dan sebuah bar – Cabaret, bar tempat Wayne Westerberg sedang meneguk segelas koktail sambil mengisap rokok keretek dan mengenang seorang pemuda aneh yang dia kenal sebagai Alex.

Di atas panel di dinding Cabaret tergantung beberapa tanduk rusa, iklan promosi ir Old Milwaukee, dan beberapa lukisan indah burung burungan yang bersiap-siap terbang. Asap rokok mengepul dari pipa yang diisap beberapa petani bertopi yang mengenakan baju kerja, muka mereka yang lelah sama suramnya dengan muka para pekerja tambang batu bara. Pembicaraan mereka singkat-singkat dan seadanya, mencemaskan kondisi cuaca yang terus berubah dan ladang bunga matahari yang masih terlalu basah untuk dipanen, sementara itu di atas kepala mereka, wajah Ross Perot (pebisnis dan kandidat Presiden Amerika tahun 1992 yang kalah oleh Bill Clinton – penerj.) tersenyum mengejek dari layar televisi yang bisu. Delapan hari lagi, negara ini akan melantik Bill Clinton sebagai presiden. Hampir dua bulan berlalu sejak jenazah Chris McCandless ditemukan di Alaska.

“Inilah yang biasa diminum Alex,” kata Westerberg dengan kening berkerut, memutar-mutar es di dalam anggur Rusianya yang berwarna putih. “Dia biasa duduk tepat di sana, di ujung bar dan menceritakan kisah-kisah perjalanannya yang menakjubkan. Dia bisa bicara selama berjam-jam. Banyak orang di kota ini yang merasa dekat dengan Alex. Kejadian yang menimpa dirinya cukup aneh.”

Westerberg, pria berotot, berbahu lebar dengan janggut hitam runcing yang selalu tampak rapi memiliki sebuah penggilingan gandum di Carthage dan sebuah lagi beberapa kilometer di luar kota, tetapi setiap musim panas dia dan sekelompok pekerja bayaran akan bergerak menyongson panen mulai dari Texas dan terus bekerja ke utara sampai perbatasan Kanada. Pada musim gugur 1990, dia mengakhiri musin panen di utara-tengah Montana, memotong gandum untuk Coors and AnheuserBusch. Suatu malam, tanggal 10 September, saat mengendarai mobil keluar dari Cut Bank setelah membeli beberapa suku cadang untuk alat pertanian yang rusak, dia menepikan mobilnya untuk memberikan tumpangan kepada pemuda yang mengaku bernama Alex McCandless.

McCandless bertubuh kecil dengan tubuh berotot khas seorang pekerja keliling. Ada sesuatu yang menarik di mata pemuda itu.Matanya gelap dan emosional, menunjukkan asal usulnya yang campuran- Yunani, atau mungkin Indian Chippewa – dan memancarkan kerapuhan sehingga Westerberg terdorong untuk melindungi pemuda ini. Dia tampan dan tampak sensitif, pasti membuat kaum wanita selalu ingin melindunginya, pikir Westerberg. Wajahnya berubah-ubah secara aneh: Semenit wajah itu tenang tanpa ekspresi, kemudian mendadak sebuah seringai lebar menghiasi wajahnya, memperlihatkan gigi-gigi yang besar. Pemuda menderita rabun dekat dan mengenakan kacamata berbingkai logam. Dia tampak lapar.

Sepuluh menit setelah McCandless naik, Westerberg berhenti di Kota Ethridge untuk mengantarkan paket kepada seorang teman. “Kami berdua ditawari bir,” kata Westerberg, “dan aku bertanya kepada Alex kapan terakhir kali dia makan. Alex menceritakan hal yang terjadi selama beberapa hari terakhir. Menurutnya, dia kehabisan uang.” Mendengar itu, istri teman Westerberg bersikeras membuatkan makan malam yang banyak untuk Alex, yang dia lahap hingga habis, dan kemudian dia tertidur di atas meja itu.

McCandless menatakan kepada Westerberg bahwa dia sedang menuju Sumber Air Panas Saco, 384 km ke timur Jalan Raya 02, sebuah tempat yang dia dengar dari beberapa “rubber tramp” (yaitu pengembara yang menggunakan kendaraan bermotor; untuk membedakan mereka dengan “leather tramp”, pengembara yang tidak memiliki kendraan bermotor dan terpaksa haurs mencari tumpangan atau berjalan kaki). Westerberg menjawab bahwa dia bisa membawa McCandless sampai kira-kira 16 km dari tempat ini karena di tempat itu dia harus berbelok ke arah utara menuju Sunvurst, tempat dia menyimpan sebuah trailer dekat ladang-ladang yang sedang dia panen. Ketika Westerberg menghentikan mobilnya di bahu jalan untuk menurunkan McCandless malam itu, waktu menunjukkan pukul sepuluh lewat tiga puluh menit dan hujan turun dengan derasnya. “Ya, Tuhan,” kata Westerberg kepadanya, “aku tidak suka meninggalkanmu di tempat ini dalam keadaan hujan lebat. Kamu punya kantong tidur – mengapa kamu tidak ikut saja ke Sunburst dan menginap semalam di dalam trailerku ?”

McCandless tinggal bersama Westerberg selama tiga hari, bermobil bersamanya setiap pagi sementara para pekerja mengoperasikan mesin pemotong di lautan gandum yang siap panel dan berwarna keemasan. Sebelum McCandless dan Westerberg berpisah, Westerberg meminta McCandless untuk mencarinya di Carthage jika dia membutuhkan pekerjaan.

“Hanya selang beberapa minggu, Alex sudah muncul kembali di Carthage itu,” kenang Westerberg. Dia memberinya pekerjaan di gudang gandum dan menyewakan kamar yang murah disalah satu dari dua rumah yang dia miliki.

“Aku sudah memberikan pekerjaan banyak pencari tumpangan selama beberapa tahun,” kata Westerberg. “Kebanyakan dari mereka bukan pekerja yang baik dan tidak benar-benar ingin bekerja. Lain halnya dengan Alex. Dia pekerja paling rajin yang pernah kukenal. Tidak peduali apapun pekerjaan itu, dia akan mengerjakannya: pekerjaan kasar, membuang butir-butir gandung yang busuk dan bangkai tikus dari dasar gudang – pekerjaan-pekerjaan yang membuat tubuhmu benar-benar kotor sehingga kamu tidak bisa lagimelihat bagaimana rupamu pada akhir hari kerja. Dan dia tidak pernah berhenti di tengah jalan. Jika mulai melakukan satu pekerjaan, dia akan menyelesaikannya. Itu seperti sebuah janji moral untuknya. Dia seorang pemuda yang bisa dikatakan sangat etis. Dia menetapkan standar yang sangat tinggi bagi dirinya sendiri.

“Anda bisa langsung melihat bahwa Alex sangat cerdas,” kenang Westerberg, meneguk habis minuman gelasnya yang ketiga. “Dia banyak membaca. Banyak menggunakan kata-kata yang hebat. Kupikir, Sebagian dari kesulitannya muncul karena dia terlalu banyak berpikir. Kadang-kadang, dia berusaha keras untuk memahami dunia, memikirkan mengapa manusia bersikap buruk pada yang lain. Berkali-kali aku mengatakan kepadanya untuk tidak terlalu banyak memikirkan hal seperti itu, tetapi Ales seperti tidak mampu melepaskannya. Dia selalu ingin tahu jawaban yang mutlak dan benar dari setiap masalah sebelum berpindah pada masalah yang lain.”

Suatu kali, Westerberg mengetahui dari selembar berkas formulir pajak bahwa nama McCandless yang sesungguhnya adalah Chris, bukan Alex. “Dia tidak pernah menjelaskan mengapa dia mengubah namanya,” kata Westerberg. “Dari kata-katanya, kamu bisa menduga sesuatu yang buruk telah terjadi antara dia dan keluarganya, tetapi aku tidak ingin mencampuri urusan orang lain. Jadi, aku tidak pernah bertanya tentang hal tersebut.”

Jika McCandless merasa terasing dari orangtua dan saudara-saudaranya, dia menemukan keluarga angkat dalam diri Westerberg dan para pekerjanya yang hamper semuanya tidal di rumah Westerbeg di Carthage. Hanya beberpa blok jauhnya dari pusat kota, rumah itu sangat sederhan, bangunan Zaman Victoria berlantai dua bergaya rumah Ratu Anne dengan sebuah pohon kapas yang sangat besar berdiri di halaman depan rumah. Empat atau lima penghuni rumah memasak untuk mereka semua secara bergantian, minum-minum bersama-sama, dan mengejar wanita bersama-sama, meskipun tanpa hasil.

McCandless dengan cepat menyukai Carthage. Dia menyukai kehidupan masyarakatnya yang seimbang, penduduk yang merakyat dan sederhana. Tempat itu bagaikan sebuah eddy, kumpulan air tenang di balik batu keram sungai-sungai berarus deras, dan kondisi itu sesuai bagi dirinya. Selama musim gugur itu, Chris menjalin ikatan jangka panjang dengan kota itu dan dengan Wayne Westerberg.

Westerberg yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun dibawa ke Carthage oleh orang tua angkatnya saat dia masih kanak-kanak. Merupakan seorang pria renaisans (pria dengan minat intelektual yang luas dan ahli seni sekaligus ahli ilmu pengetahuin – penerj.) yang berjiwa terbuka, dia juga seorang petani, tukang las, pengusaha, ahli mesin, montir ulung, spekulator bahan-bahan pojok, pilot berijazah, pemrogram computer, pakar dalam menemukan dan memperbaiki kesusakan elektronik, montir video game. Namun, beberapa saat sebelum bertemu MCCandless, salah satu bakat itu membuat dia harus berurusan dengan hukum.

Esterberg terlibat dalam skenario yang buat dan menjual “kotak hitam” yang secara illegal bisa menyusup ke dalam saluran satelit-televisi sehingga oaring-orang bisa menonton program televisi kabel yang terkunci tanpa membayarnya. Phak FBI pencurigai tindak tanduknya, mulai melakukan penyelidikan, dan menangkap Westerberg. Dengan menyesal, dia mengaku bersalah melakukan satu pelanggaran dan pada tanggal 10 Oktober 1990, kira-kira dua minggu setelah McCandless tiba di Carthage, dia mulai menjalani empat bulan masa tahanannya di Penjara Sioux Falls. Karena Westerberg ditahan, tidak ada lagi pekerjan di penggilingan gandung untuk MCCandlesss sehingga 23 Oktober, pemuda itu meninggalkan kota, lebih cepat daripada yang seharusnya karena situasi yang berubah dan melanjutkan kehidupannya sebagai pengembara.

1 Comments:

At June 05, 2009 1:06 AM, Anonymous Anonymous said...

no deposit cash online without requirments titan full tilt cd poker
Bonus Coupon Code
online poker cash mansion Bonus Coupon Code
online cash no deposit poker portal free money rules
bankroll - bet most cd poker pokerroomy dla każdego coś miłego poker 4ever
bez depozytu poker titan
darmowe bonus bez depozytu pkr
za darmo poker internetowy
bonuses without deposit no requirment
bonuses without any deposit
no deposit online poker chips betmost

 

Post a Comment

<< Home